Dalam pos

Kasus-kasus seperti ini, biasanya menimpa korban individu yang dilatar belakangi oleh balas dendam atau sakit hati dengan sifatnya tidak mematikan, namun bisa menyakitkan korban.

Jadi, pelaku menyimpan rasa kesal mendalam dan ingin menyakiti dengan menggunakan air keras yang ingin merusak tujuannya. (BBC News Indonesia, 1 Januari 2025).

Dan, cara-cara yang ditempuh penggunaan teror air keras untuk tindakan kriminal sudah terjadi sejak lama di Indonesia dan termasuk dalam kejahatan copycat, yaitu kejahatan yang terinspirasi atau meniru dari kejahatan di masa lalu atau sebelumnya.

Bercermin dari kasus teror air keras Andrie Yunus ini, tampaknya dalam menangani kasus teror air keras yang sedang menghantui masyarakat, khusus di Jakarta perlu ada perubahan paradigma.

Selain melibatkan sejumlah pakar kriminal dalam menggungkap kejahatan teror penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, tambahan pula pihak kepolisian perlu meneliti kembali dugaan-dugaan yang selama ini mungkin dipandang sebagai sesuatu yang tidak mungkin (imposible).

Bila asumsi pelaku teror air keras sangat beragam, maka tindakan yang harus dilakukan aparat kepolisian adalah memperluas wilayah kecurigaan.

Kejahatan teror air keras di perkotaan juga bisa dipahami bahwa seseorang berperilaku jahat dengan cara yang sama dengan perilaku yang tidak jahat.

Artinya, perilaku teror air keras dipelajari dalam interaksi dengan orang-orang lain dan orang tersebut mendapatkan teror air keras sebagai hasil interaksi yang dilakukannya dengan orang-orang yang berperilaku dengan kecenderungan melawan norma-norma hukum yang ada.

Edwin Sutherland menyebutnya, sebagai proses asosiasi yang diferensial (differential associaten) orang menjadi jahat karena intensitas asosiasi dengan pola perilaku menyimpang lebih tinggi daripada perilaku patuh hukum, mempelajari teknik, motif, dan rasionalisasinya.

Tindakan teror air keras dipelajari melalui interaksi sosial yang terjadi setiap hari untuk konteks perkotaan, orang-orang khususnya yang masih muda cenderung lebih rentan untuk terlibat dengan kelompok atau komunitas yang mendukung tindakan teror air keras.