PorosBekasi.com – Pemerintah menyiapkan strategi baru untuk menahan laju penurunan populasi gajah di Indonesia yang semakin terancam akibat penyusutan habitat.
Salah satu kebijakan yang tengah disiapkan adalah penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) oleh Presiden RI Prabowo Subianto guna memperkuat upaya penyelamatan gajah Sumatera dan gajah Borneo.
Langkah tersebut diambil setelah pemerintah menemukan fakta bahwa ruang hidup gajah di Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan, hasil kajian ilmiah menunjukkan jumlah kantong habitat gajah saat ini tinggal separuh dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Secara saintifik dulu ada 42 kantong gajah di Indonesia. Ketika pertama kali Pak Presiden Prabowo Subianto memberikan amanah kepada saya sebagai Menteri Kehutanan, saya cek kembali, kantong gajah yang dahulu jumlahnya 42, sekarang tinggal 21 saja,” kata Raja Juli di Istana Kepresidenan, Kamis, 12 Maret 2026.
Menurutnya, penyusutan wilayah habitat tersebut menjadi peringatan serius bagi pemerintah. Tanpa langkah intervensi yang kuat, kerusakan kawasan hutan yang menjadi rumah gajah dikhawatirkan akan terus meluas.
“Kalau tidak ada intervensi serius oleh pemerintah, maka kerusakan kantong-kantong gajah ini adalah sebuah keniscayaan. Karena itu populasi gajah sebagai satwa dilindungi tidak menutup kemungkinan bisa punah,” ujarnya.
Sebagai bagian dari langkah penyelamatan itu, Presiden Prabowo juga telah menyerahkan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang dimilikinya untuk dijadikan kawasan konservasi gajah Sumatra. Luas kawasan yang disiapkan bahkan terus diperluas hingga mencapai sekitar 90.000 hektare.
Raja Juli mengatakan komitmen tersebut sebelumnya telah diumumkan saat Presiden berada di Aceh. Komitmen itu juga kembali ditegaskan Prabowo ketika bertemu Raja Inggris, Charles III, di London.
“Awalnya King Charles meminta 10.000 hektare. Pak Presiden menyerahkan 20.000 hektare, bahkan sekarang menjadi 90.000 hektare. Semuanya diperuntukkan untuk menjaga habitat gajah di Sumatera,” tandasnya.
Ia menilai langkah tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan satwa dilindungi sekaligus mempertahankan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia.
Sejumlah aktivis lingkungan, kata dia, juga menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata Presiden terhadap konservasi satwa.







Tinggalkan Balasan