“Dulu ketika saya menjadi wali kota, saya tidak pernah meninggalkan para kiai. Saya sering meminta saran mereka terkait pemerintahan untuk kepentingan masyarakat ke depan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut dinilai sejumlah pihak sebagai pesan moral yang cukup tegas bagi pemimpin daerah saat ini, terutama terkait pentingnya menjaga kedekatan dengan tokoh agama yang selama ini memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat Bekasi.
Hal senada disampaikan seorang sumber yang juga hadir dalam acara tersebut. Ia menilai pernyataan M2 bukan sekadar nostalgia masa lalu, tetapi bentuk pengingat bagi pemerintah agar tetap membuka ruang dialog dengan para ulama.
Menurutnya, tidak menutup kemungkinan pesan tersebut muncul karena berbagai keluhan yang sampai kepada tokoh senior tersebut dari kalangan kiai.
“Kenapa Babeh M2 berbicara seperti itu? Bisa jadi karena beliau mendengar langsung cerita para kiai. Ini sebenarnya masukan yang baik, karena para kiai adalah pemuka agama yang memiliki peran penting di tengah masyarakat,” ujar sumber tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah seharusnya tidak menutup diri terhadap pandangan para tokoh agama yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan sosial di Kota Bekasi.
Ia bahkan menyinggung pengalaman pribadinya saat terlibat dalam tim relawan pada Pilkada Kota Bekasi sebelumnya. Menurutnya, tidak sedikit pihak yang merasa dilupakan setelah proses politik selesai.
“Dulu saya juga bagian dari tim relawan pada Pilkada kemarin. Kami pun seperti dilupakan, apalagi para kiai. Ya, begitulah politik. Hal seperti itu sering terjadi,” ucap sumber lagi.
Namun menurutnya, pernyataan Babeh M2 seharusnya menjadi pengingat penting bagi para pemimpin daerah. Sebab jika suara para kiai mulai merasa tidak didengar, maka persoalannya tidak lagi sekadar politik, tetapi menyangkut arah moral kepemimpinan di Kota Bekasi.
“Dan jika suara para kiai pun mulai merasa diabaikan, maka pertanyaannya bukan lagi soal politik semata, melainkan soal arah moral kepemimpinan di Kota Bekasi,” pungkasnya.







Tinggalkan Balasan