Dalam pos

PorosBekasi.com – Rumah duka keluarga mantan Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad, dipenuhi suasana haru pada Jumat, 27 Februari 2026.

Sejumlah tokoh masyarakat, ulama, hingga pejabat daerah datang untuk mengikuti doa bersama atas meninggalnya cucu almarhum.

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Tri Adhianto, Abdul Harris Bobihoe, Ketua MUI Kota Bekasi, serta para kiai dan tokoh agama dari berbagai penjuru Kota Bekasi.

Namun di tengah rangkaian doa yang khidmat, muncul pernyataan yang cukup menyita perhatian para tamu yang hadir.

Tokoh senior PDI Perjuangan Kota Bekasi Mochtar Mohamad alias M2, menyampaikan pesan yang bernuansa kritik bagi kepemimpinan daerah.

Di hadapan para kiai dan tokoh masyarakat, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak melupakan peran penting ulama dalam kehidupan sosial dan pemerintahan.

Menurutnya, relasi antara pemimpin daerah dan tokoh agama seharusnya tidak dibangun hanya saat momentum politik atau ketika membutuhkan dukungan.

“Perhatikan para kiai. Jangan hanya dibutuhkan saat ada kepentingan saja,” gurau M2, yang disambut gelak tawa para kiai.

Mantan wali kota yang memimpin Bekasi pada periode 2008–2013 itu kemudian mengenang gaya kepemimpinannya saat masih menjabat.

Ia menegaskan bahwa komunikasi dengan para ulama selalu dijaga sebagai bagian dari proses mengambil kebijakan bagi masyarakat.

Porosbekasicom
Editor