PorosBekasi.com – Operasi pencarian korban longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, akhirnya resmi dihentikan setelah seluruh korban berhasil ditemukan.
Dari total 13 orang yang sempat dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut, tujuh di antaranya ditemukan meninggal dunia.
Operasi pencarian mengerahkan 336 personel tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan.
Sedangkan untuk operasi penyelamatan dilakukan menggunakan alat berat, anjing pelacak (K9), serta drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh korban yang tertimbun.
Tim SAR gabungan memastikan proses pencarian ditutup setelah korban terakhir berhasil dievakuasi dari timbunan sampah, pada Senin malam, 9 Maret 2026.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan secara keseluruhan terdapat 13 orang yang terdampak dalam insiden longsor sampah tersebut.
“Korban seluruhnya ada 13 orang. Enam selamat dan tujuh ditemukan meninggal dunia,” kata Desiana, Selasa (10/3/2026).
Korban terakhir yang ditemukan adalah Riki Supriadi. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah timbunan sampah sekitar pukul 23.30 WIB.
Dengan ditemukannya korban terakhir tersebut, tim SAR memastikan tidak ada lagi proses pencarian lanjutan karena tidak ada laporan tambahan mengenai orang hilang di lokasi kejadian.
“Dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan korban hilang, maka operasi SAR dinyatakan ditutup,” jelas dia.







Tinggalkan Balasan