Ia juga menyoroti minimnya komunikasi dengan warga sekitar sebelum pembangunan dilakukan.
Dampak terhadap aliran air saat banjir terjadi juga menjadi sebuah kekhawatiran. Tanggul disebut berpotensi mengalihkan genangan ke wilayah lain yang lebih rendah.
“Air itu akan mencari tempat yang lebih rendah. Tapi ketika dalam perjalanan kemudian ditanggul, ya dia akan menyebar ke lokasi lain,” ungkap Andi.
Kritik serupa disampaikan Ketua RT 015 Pondok Mitra Lestari, Bowo. Ia menilai pendekatan yang dilakukan bukan solusi jangka panjang untuk persoalan banjir di wilayah tersebut.
“Harusnya kalinya yang ditanggul. Bukan meninggikan jalan yang dibilang tanggul itu,” ujar Bowo.
Menurut dia, warga memang kerap terdampak banjir kiriman dari hulu Kali Bekasi.
Namun pembangunan di akses jalan Grand Galaxy dinilai hanya memindahkan masalah ke lingkungan lain.
Bowo menegaskan warga menolak pembangunan tersebut karena dinilai mengabaikan aspek keselamatan serta tidak melibatkan masyarakat dalam perencanaan.
“Saya pikir kurang tepat pembangunan jalan itu. Makanya kita menyuarakan aksi menolak pembangunan tanggul yang didirikan oleh Grand Galaxy City,” ujarnya.
Perdebatan juga ramai di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan aspek teknis jalan tersebut, sementara lainnya menyoroti persoalan tata kelola banjir di Bekasi Selatan yang selama ini sering terdampak luapan Kali Bekasi.
Hingga kini, pihak pengelola kawasan Grand Galaxy City belum memberikan penjelasan resmi.
Upaya konfirmasi kepada manajemen yang berkantor di Kelurahan Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, juga belum membuahkan hasil.
Sementara video yang diunggah di Instagram tersebut, mendapat beragam komentar warganet.
“Kasihan PML bisa makin parah banjir,” ujar @raja_rekla**.
“Jujur ya ini sangat membahayakan apalagi pas bgt pertigaan GT,” tulis @stevi_stev**
“Kayaknya biar gak kena limpasan banjir dari PML, kalau banjir dari kali Bekasi,” celetuk @yasseryun**.






Tinggalkan Balasan