Dalam pos

PorosBekasi.com – Upaya pemulihan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara terus digencarkan.

Selain perbaikan infrastruktur, pemerintah bersama TNI memprioritaskan pemulihan kesehatan warga yang terdampak banjir dan longsor.

Tim dokter TNI diterjunkan langsung ke permukiman warga. Mereka tidak menunggu pasien datang, melainkan mendatangi rumah-rumah, titik pengungsian, hingga pelosok kampung untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, obat-obatan gratis, vitamin, serta penyuluhan terkait pencegahan penyakit pascabanjir.

Pendekatan jemput bola ini dinilai efektif, terutama bagi warga lanjut usia dan anak-anak yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.

Selain menangani keluhan medis, para tenaga kesehatan juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat di masa pemulihan.

Hingga Kamis, 12 Februari 2026, layanan kesehatan bergerak tersebut disambut antusias masyarakat. Di Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, warga berbondong-bondong memanfaatkan pemeriksaan gratis. Mereka tampak terbuka menyampaikan keluhan kepada tim medis yang datang.

Di Desa Tukka, Kecamatan Tukka, pos layanan darurat didirikan di halaman salah satu rumah warga. Dengan suasana santai namun tetap tertib, warga menjalani pemeriksaan satu per satu.

Layanan serupa juga menjangkau Desa Aek Ngadol, Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Tim medis dengan ransel bertanda palang merah terlihat memeriksa warga langsung di teras rumah.

Sementara di Desa Lopian, Kecamatan Badiri, mobil ambulans bergerak menyusuri jalan kampung. Petugas menyiapkan obat-obatan dari kotak logistik kecil sesuai hasil diagnosis dokter di lapangan.

TNI memastikan layanan kesehatan keliling ini akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar pulih.

Langkah tersebut diharapkan mampu menekan potensi wabah penyakit serta mempercepat pemulihan fisik dan mental warga terdampak bencana.

Porosbekasicom
Editor