PorosBekasi.com – Dukungan masyarakat menjadi energi tambahan bagi percepatan pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatra.
Kementerian Kesehatan menyampaikan apresiasi atas partisipasi warga dan relawan yang turut membantu melengkapi fasilitas puskesmas yang rusak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kekagumannya terhadap tingginya solidaritas publik dalam membantu pengadaan alat kesehatan, bahkan sebelum anggaran pemerintah sepenuhnya cair.
“Masyarakat tuh banyak sekali yang mau bantu. Rakyat Indonesia luar biasa,” kata Budi dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu 11 Febuari 2026.
Menurut Budi, bantuan tersebut sangat membantu percepatan pemulihan layanan, mengingat proses administrasi pencairan anggaran masih berjalan.
Dengan adanya donasi alat kesehatan, sejumlah puskesmas bisa segera difungsikan kembali tanpa harus menunggu prosedur anggaran rampung.
Dua fasilitas kesehatan yang saat ini diprioritaskan penyelesaiannya adalah Puskesmas Lokop di Kabupaten Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Kabupaten Aceh Tenggara.
Di Puskesmas Lokop, tercatat 41 item alat pendukung berasal dari donasi masyarakat. Bantuan tersebut mencakup stetoskop, timbangan badan, kursi roda, alat pemeriksaan gula darah, hingga laptop untuk menunjang pelayanan administrasi.
Hal serupa juga terjadi di Puskesmas Jambur Lak Lak. Sejumlah perlengkapan medis seperti tensimeter, stetoskop, seperangkat alat bedah minor, dan kursi roda merupakan kontribusi langsung dari warga.
“Jadi, tanpa menunggu pencairan anggaran, (puskesmas) sudah bisa beroperasi,” kata Budi.
Kemenkes memastikan sinergi antara pemerintah dan masyarakat akan terus diperkuat agar layanan kesehatan dasar di daerah terdampak dapat pulih sepenuhnya dan masyarakat kembali memperoleh akses layanan medis secara optimal.







Tinggalkan Balasan