Dalam pos

PorosBekasi.com – PT Pertamina (Persero) mencatat tonggak baru dalam penguatan pasokan energi nasional dengan kedatangan 1 juta barel minyak mentah asal Aljazair ke Indonesia.

Kargo tersebut tiba setelah kapal tanker MT Sypros bersandar di perairan Cilacap, Jawa Tengah.

Pengiriman ini menjadi yang pertama dari wilayah kerja migas di Aljazair pasca diperpanjangnya kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) antara Pertamina dan perusahaan migas nasional Aljazair, Sonatrach, untuk periode 25 tahun ke depan.

Berdasarkan keterangan resmi Pertamina, Sabtu 31 Januari 2026, minyak mentah tersebut berasal dari Wilayah Kerja (WK) 405A yang dikelola oleh Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP).

Kargo diberangkatkan dari Port Arzew, Aljazair, pada 24 Desember 2025 dan menempuh pelayaran lintas samudra selama lebih dari satu bulan sebelum tiba di Tanah Air.

Setibanya di Cilacap, proses bongkar muat langsung dikendalikan melalui Control Room Kilang IV Cilacap. Seluruh tahapan unloading dimonitor secara real time dan terintegrasi, mencerminkan kesiapan fasilitas kilang nasional dalam menerima pasokan minyak mentah impor.

Momentum penerimaan kargo perdana ini turut disaksikan secara bersamaan dari tiga titik, yakni Grha Pertamina di Jakarta, Control Room Kilang IV Cilacap, serta lokasi operasi Pertamina di Aljazair.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan bahwa kedatangan minyak mentah tersebut menjadi simbol penting dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional.

“Bersandarnya kapal yang telah mengarungi samudera sebulan lebih ini menjadi harapan untuk visi ketahanan energi nasional. Ini merupakan bukti nyata Pertamina dalam mewujudkan amanah Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Simon di Graha Pertamina, Jakartad dalam keterangannya, dikutip Minggu (1/2/2026).

Simon juga menyoroti kuatnya kolaborasi internal Pertamina Group yang menopang keberhasilan pengapalan perdana ini, mulai dari PIEP sebagai produsen, Pertamina International Shipping sebagai operator pengiriman, hingga Kilang Pertamina Internasional sebagai pengelola pengolahan minyak di dalam negeri.

“Sinergi ini telah mampu memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok energi global, membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh Perwira Pertamina di berbagai lini.

“Seluruh jajaran komisaris akan terus memberikan dukungan untuk mengawal proses di Pertamina hingga minyak mentah ini mampu menjadi produk-produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” tegas Iriawan.

Sebagai informasi, kiprah Pertamina di Aljazair telah dimulai sejak penandatanganan kontrak tahunan dengan Sonatrach pada periode 2002–2003.

Kerja sama tersebut kemudian diperkuat pada 2014 melalui akuisisi hak pengelolaan blok Menzel Lejmat (MLN), yang menjadi bagian dari strategi ekspansi hulu migas Pertamina di tingkat global.

Porosbekasicom
Editor