Dalam pos

PorosBekasi.com – Polemik penutupan akses jalan di sisi Tol JORR yang menghubungkan wilayah Jakamulya, Bekasi Selatan, dengan Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, masih berlanjut.

Warga RT 06 RW 03 Jakamulya, mengaku tidak pernah menerima sosialisasi resmi terkait penutupan jalan tersebut. Padahal akses itu digunakan setiap hari untuk aktivitas warga.

Keluhan ini disampaikan Martin, salah satu warga terdampak, yang menilai proses penutupan jalan dilakukan sepihak tanpa melibatkan warga yang paling merasakan dampaknya.

“Jadi pada saat mereka mau nutup, saya protes karena itu akses jalan kami setiap harinya. Pihak rest area mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak RT sebelah, bukan dengan kami, warga yang paling berdampak,” ujarnya saat berbincang dengan Porosbekasi.com, Selasa 27 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kecurigaan bermula saat adanya aktivitas pematangan lahan di jalur jalan milik PT Jasamarga, yang lokasinya bersebelahan langsung dengan rumah dan keluarga besarnya.

Untuk memastikan, Martin pun mendatangi pengelola rest area Tol Cikunir guna menanyakan maksud pekerjaan tersebut.

“Saya sempat datangi. Disana ada pengurus RT dan Karang Taruna juga. Pihak rest area mengaku sudah mengantongi izin dari pihak Jasamarga terkait kegiatan penebangan pohon dan penutupan akses jalan tersebut,” ungkapnya.

Namun, pernyataan itu mendorongnya untuk melakukan pengecekan langsung ke pihak PT Jasamarga. Dari hasil konfirmasi yang dilakukan, Martin justru mendapat informasi berbeda. Ia disebutkan bahwa kegiatan proyek dan penutupan akses jalan tersebut belum memperoleh izin resmi.

“Iya saya sempat tanyakan kedua belah pihak, karena biasanya setiap ada sesuatu hal, pihak Jasamarga selalu berikan informasi terlebih dahulu, gak main tutup-tutup seperti ini. Namun pengakuan mereka sudah kordinasi RT dan RW,” tambahnya.

Lebih lanjut, Martin menegaskan bahwa keberatannya bukan soal materi atau kompensasi semata, melainkan soal etika dan penghormatan terhadap warga yang terdampak langsung.

“Saya bukan permasalahkan harus ada uang kordinasi atau lainnya, saya gak perlu itu, tapi setidaknya mereka dan termasuk pengurus RT sebelah menghargai kita-kita orang yang tinggal disini dan yang paling berdampak pada kegiatan proyek tersebut,” imbuhnya.

Akses jalan di sisi Tol JORR yang menghubungkan Kelurahan Jakamulya, Bekasi Selatan dan Kelurahan Jatimekar, Jatiasih, memicu gelombang protes warga. (Porosbekasi.com)

Saat ini, warga terpaksa menerima kondisi penutupan akses jalan yang menghubungkan Cikunir dan Kampung Jaha, Jatimekar.

Penutupan yang telah berlangsung kurang lebih tiga bulan tersebut disebut berdampak serius terhadap roda ekonomi warga sekitar, termasuk usaha bengkel sepeda motor dan warung kopi milik adik Martin, yang hingga kini belum mendapatkan kompensasi apa pun dari pihak terkait.

Penutupan Akses Jalan Picu Protes Warga

Sebelumnya, penutupan mendadak akses jalan di sisi Tol JORR memicu gelombang protes dari warga dan pengguna jalan. Jalur tersebut selama ini menjadi lintasan harian masyarakat untuk beraktivitas, baik pejalan kaki maupun pengendara.

Warga menilai penutupan dilakukan sepihak tanpa pemberitahuan, padahal jalan tersebut berada di wilayah dua kelurahan dan telah lama difungsikan sebagai jalur penghubung. Keberatan itu disampaikan langsung di lokasi pemagaran yang menutup akses jalan.

“Itukan masuk dua wilayah, karena lokasi RT 08 RW 11 Jatimekar dan RT 06 RW 03 Jakamulya, dan jalan itu kan setiap hari dilintasi warga sejak lama yang beraktivitas baik pejalan kaki dan pegguna kendaraan, masa ditutup,” ujar Priyatna, Senin, 26 Januari 2026

Ia menegaskan, semestinya pengelola rest area tidak serta-merta menutup akses tanpa lebih dulu menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sosialisasi dinilai penting agar warga dapat menyesuaikan rute dan tidak kebingungan di lapangan.

“Seharusnya disosialisasikan dulu sebelum ditutup pager seng itu,” tambahnya.

Porosbekasicom
Editor