PorosBekasi.com – Kondisi ruang rawat inap di sejumlah rumah sakit daerah kembali memantik keprihatinan.
Alih-alih menjadi ruang pemulihan yang aman dan nyaman, sejumlah kamar justru menyisakan persoalan serius, mulai dari kerusakan bangunan hingga sanitasi yang jauh dari standar pelayanan kesehatan.
Dalih keterbatasan anggaran pemeliharaan kerap dikemukakan pihak rumah sakit. Namun, alasan tersebut tak serta-merta menghapus kewajiban fasilitas kesehatan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.
Hasil pemantauan Porosbekasi.com menemukan kondisi memprihatinkan di ruang rawat inap Gedung D, Kamar 403 RSUD CAM Kota Bekasi. Pada ruangan tersebut, plafon tampak bolong dan mengalami kebocoran.
Air hujan yang merembes bahkan harus ditampung menggunakan wadah seadanya, menciptakan suasana rawat inap yang jauh dari kata layak.
Situasi ini turut dirasakan langsung oleh penunggu pasien. Ia mengaku kondisi ruangan semakin mengkhawatirkan saat malam hari.
“Iya bocor kalo hujan,itukan dibawah ditadangin bak kecil,selain bocor kalo malam agak serem karena flaponnya terbuka bolong,” ungkap penunggu pasien yang enggan disebutkan namanya, Senin (26/1/2026).
Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bekasi diketahui telah mengalokasikan anggaran cukup besar. Pada APBD TA 2026, dana sebesar Rp30 miliar digelontorkan melalui tender belanja Building Management RSUD CAM Kota Bekasi, yang dimenangkan oleh PT Airkon Pratama.
Ketika dikonfirmasi terkait temuan tersebut, manajemen RSUD memberikan respons singkat.
“Baik Bang , menjadi informasi dan ditindaklanjuti segera, terimakasih,” ucap Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD CAM Kota Bekasi, Yuli Swastiawati, melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (25/1).
Publik kini menanti realisasi perbaikan di lapangan, agar ruang rawat inap benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya sebagai tempat pemulihan pasien, bukan sumber ketidaknyamanan baru.







Tinggalkan Balasan