PorosBekasi.com – Warga mengkritik pembangunan gapura mewah di Perumahan Dukuh Zamrud, Mustikajaya, Kota Bekasi.
Proyek bernilai hampir Rp1 miliar tersebut dipertanyakan urgensinya, dibandingkan dengan sederet masalah serius di Kota Bekasi, seperti jalan rusak drainase buruk, dan banjir musiman.
Gapura yang dibangun oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Bekasi itu menelan anggaran Rp997.450.000 dari APBD.
Bangunannya memiliki pilar setinggi hampir lima meter, dilengkapi ornamen kayu, ruang petugas keamanan, serta tembok bertuliskan “Dukuh Zamrud” berbahan aluminium. Kemegahannya membuat warga menjuluki proyek ini sebagai “Gapura Sultan”.
Namun, kemewahan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah Kota Bekasi.
Salah satunya Jalan Alinda di Bekasi Utara, jalur penghubung Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, yang hingga kini mengalami kerusakan parah dan berlubang.
Kondisi tersebut kerap membahayakan pengendara, terutama saat hujan karena lubang jalan tertutup genangan air.
Warga menilai anggaran fantastis yang nyaris menyentuh angka Rp1 miliar itu seharusnya digunakan untuk pekerjaan yang lebih mendesak, yang memang menjadi kebutuhan warga.
“Kalau lihat kondisi jalan di Bekasi masih banyak yang rusak dan berlubang, seharusnya anggaran sebesar itu bisa dipakai untuk perbaikan jalan atau drainase,” ujar Rizky, warga setempat, Jumat (9/1/2026).
Kritik serupa juga disampaikan Ari Kurniawan. Ia menilai pembangunan gapura tidak menjawab persoalan utama yang selama ini dirasakan masyarakat.
“Masalah utama warga itu banjir, jalan rusak, dan drainase yang tidak berfungsi maksimal. Gapura ini lebih ke simbolik saja,” ungkapnya.







Tinggalkan Balasan