Dalam pos

SK kepanitiaan terbit hanya satu minggu sebelum kegiatan, sementara kepastian pelaksanaan baru didapat H-½ hari.

Meski demikian, panitia tetap melaksanakan kegiatan demi menjaga nama baik olahraga dan daerah.

“BK Porprov Wushu diikuti 215 atlet dari 19 pengcab se-Jawa Barat, melibatkan 33 wasit-juri, berlangsung selama enam hari, serta mempertandingkan Taolu dan Sanda dengan standar lapangan terbaik. Ini bukan event kecil. Justru kekhawatiran kami adalah pembengkakan biaya, sehingga efisiensi dilakukan sangat ketat,” ujar perwakilan panitia, Rabu (31/12/2025).

Dalam rapat internal panitia pada 29 Desember, disepakati bahwa persoalan ini perlu disampaikan secara terbuka dan bertanggung jawab.

Panitia menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk menyerang individu maupun institusi, melainkan menuntut kepastian pembayaran hak panitia dan pihak ketiga.

“Sejak awal kami memilih dialog. Lebih baik bersanding daripada bertanding. Namun hak panitia dan vendor tidak boleh terus digantung. Kami menunggu kepastian, bukan janji yang diulang tanpa realisasi,” tegas panitia.

Porosbekasicom
Editor