PorosBekasi.com – Lebih dari dua pekan pascabencana, pasokan listrik di Aceh, belum pulih sepenuhnya. Center for Budget Analysis (CBA) mendesak Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan mencopot Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo yang dinilai gagal menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menyebut kondisi kelistrikan di Banda Aceh justru semakin memburuk meski bencana telah berlalu lebih dari dua pekan.
Hingga hari ke-16, sebagian besar wilayah kota dilaporkan masih mengalami pemadaman listrik total selama beberapa hari tanpa kepastian pemulihan.
“Listrik itu sangat berhubungan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat. Tapi faktanya, perusahaan listrik yang dipimpin Darmawan Prasodjo sudah empat malam berturut-turut tidak menyalakan listrik di Banda Aceh. Ini jelas menunjukkan kegagalan melayani rakyat dan menjamin hak-hak dasar masyarakat,” kata Uchok, Minggu 14 Desember 2025.
Ia menilai penanganan yang dilakukan PLN mencerminkan lemahnya kepemimpinan dan ketiadaan rasa tanggap darurat di tengah situasi krisis.
Menurut Uchok, dampak pemadaman listrik bukan sekadar soal penerangan, melainkan menyangkut kelangsungan hidup warga.
“Kinerja Darmawan Prasodjo ini seperti keong, selalu lambat dan seolah berjalan sesuka hati. Padahal warga Aceh sangat membutuhkan listrik untuk mengoperasikan mesin pompa air. Tanpa listrik, kebutuhan air bersih pun terganggu,” ujarnya.
Kritik juga diarahkan pada sikap pimpinan PLN yang dinilai abai terhadap komunikasi publik. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait jadwal normalisasi listrik di Aceh, sehingga memicu keresahan dan kemarahan masyarakat.
“Anehnya, sampai sekarang Dirut PLN diam seribu bahasa. Tidak ada penjelasan ke masyarakat Aceh kapan listrik bisa kembali menyala. Ini sikap yang tidak pantas ditunjukkan oleh pimpinan BUMN strategis,” tegasnya.
Gelombang kekecewaan warga pun memuncak dalam aksi protes yang dilakukan pemuda Aceh di Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh pada Jumat malam, 12 Desember 2025.
Namun, menurut CBA, bahkan aksi tersebut tidak mendapat tanggapan dari pucuk pimpinan PLN.
“Walaupun sudah ada aksi protes dari pemuda Aceh, Dirut PLN tetap tidak memberikan komentar atas tuntutan rakyat. Ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap penderitaan masyarakat di daerah bencana,” tutup Uchok.







Tinggalkan Balasan