PorosBekasi.com – Usai viral dikeluhkan warga, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi langsung bergerak cepat memperbaiki turap yang ambruk di kawasan Jembatan Nol, Rawalumbu.
Struktur turap sepanjang sekitar 20 meter itu runtuh, pada Sabtu 6 Desember 2025 sore.
Rekaman video amatir oleh warga, langsung menyebar luas di media sosial, memicu kritik soal kualitas pengerjaan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.
Kontraktor pelaksana disebut merespons dalam waktu kurang dari 24 jam dengan melakukan perbaikan awal.
Sikap cepat tersebut diklaim sebagai bentuk tanggung jawab di tengah sorotan publik mengenai ketahanan struktur.
DBMSDA Kota Bekasi turun melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap konstruksi yang terpasang, mulai dari mutu beton, diameter besi, hingga komposisi pasangan batu kali.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan semua elemen sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak pekerjaan,” jelas pihak DBMSDA Kota Bekasi.
Proyek pembangunan ini sendiri merupakan bagian dari peningkatan Jalan Lumbu Barat Raya dan pembuatan turap Kali Rawalumbu yang dikerjakan oleh CV Arrahji Business, dengan nilai kontrak Rp 7,46 miliar.
Meski demikian, turap tetap tak mampu menahan tekanan air saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, mengakibatkan struktur penahan tanah jebol diterjang arus yang naik tiba-tiba.
Kepala Bidang Bina Marga DBMSDA Kota Bekasi, Subrin Sutoro, menegaskan ambruknya turap bukan akibat kelalaian teknis.
“Ini murni karena curah hujan yang cukup tinggi. Karena pekerjaan tersebut masih dalam masa pemeliharaan, kontraktor wajib bertanggung jawab,” kata Subrin, dikutip Rabu (10/12/2025).
Ia juga merinci genangan yang menumpuk di bahu jalan menyebabkan tekanan air meningkat, sementara tanah yang belum padat sempurna ikut memicu dorongan ke pasangan batu hingga akhirnya patah.
“Alhamdulillah, kontraktor siap bertanggung jawab melakukan perbaikan dengan membangun kembali struktur yang patah. Ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab mereka,” tegas Subrin.
Meski perbaikan sudah dilakukan, kejadian ini tetap menimbulkan tanda tanya publik, terutama karena proyek senilai lebih dari Rp 7 miliar tersebut baru saja selesai dan masih dalam masa pemeliharaan.
Pengawasan dan kualitas pekerjaan kembali menjadi isu krusial, dan publik menunggu apakah perbaikan ini benar-benar akan mengembalikan turap ke standar keamanan yang seharusnya.
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan konstruksi turap kali di kawasan Jembatan Nol Rawalumbu, Kota Bekasi, ambruk terkikis hujan deras, Sabtu sore, 6 Desember 2025.
Proyek yang masuk APBD 2025 itu dilaporkan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, oleh warga yang merekam kondisi kerusakan.
“Turap jembatan kosong Rawalumbu belum lama dibuat sudah ambrol ini Pak KDM, anak buah Anda gimana ini kerja, mengganggu aliran sungai,” ujar perekam video.
“Tuh liat, lumayan panjang kerusakan turapnya, dan aliran sungaipun jadi terganggu. Pak KDM harus turun tangan,” tambahnya.







Tinggalkan Balasan