Dalam pos

PorosBekasi.com – Aksi peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berubah menjadi kritik terbuka terhadap lembaga antirasuah.

LSM Tri Nusa dari Kota dan Kabupaten Bekasi menyebut KPK belum menunjukkan ketegasan dalam menindaklanjuti berbagai dugaan korupsi di wilayah Bekasi.

Ketua Tri Nusa Bekasi Raya, Maksum Alfarizi menegaskan Hari Antikorupsi Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan.

Karena itu pihaknya datang dengan pesan kritis, bahwa KPK dianggap masih pasif dalam menanggapi laporan-laporan korupsi yang diajukan selama ini.

Pria yang akrab disapa Mandor Baya itu mengungkapkan jika publik Bekasi sudah cukup lama menunggu langkah nyata KPK. Ia menyebut momentum Hari Antikorupsi harus menjadi alarm bagi KPK untuk membuktikan integritasnya.

“Kami datang ke Gedung KPK bukan hanya untuk memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, tetapi untuk mengingatkan bahwa masyarakat Bekasi menunggu ketegasan. Kami mendorong KPK agar lebih berani mengambil langkah konkret menindaklanjuti berbagai laporan dugaan korupsi, baik di Kota maupun Kabupaten Bekasi,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).

Trinusa juga menyoroti minimnya transparansi dalam proses penanganan laporan. Mereka menilai ketertutupan KPK justru memicu kecurigaan publik dan memperlemah kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.

Mandor Baya menambahkan, sebagai wilayah dengan anggaran besar dan tingkat pembangunan yang tinggi, Bekasi rawan disusupi praktik penyimpangan. Karena itu, ia menuntut KPK menunjukkan keseriusan yang selama ini dianggap belum terlihat.

“Bekasi adalah etalase Jawa Barat. Jika proses pemberantasan korupsi berjalan baik di Bekasi, maka akan menjadi contoh nasional. Kami meminta KPK memberikan sinyal yang jelas bahwa Bekasi tidak dibiarkan menjadi ladang subur bagi praktik korupsi,” tandasnya.

Porosbekasicom
Editor