“Sebagai gedung yang integritasnya tidak diragukan, ternyata masih bisa dimainkan oleh panitia seleksi. Karena jauh sebelum pengumuman calon peserta yang lulus, posisi jabatan yang dilelang itu sudah ditempatkan lebih awal oleh Wali Kota Bekasi dengan menunjuk Plt kepada calon peserta yang diluluskan,” ungkapnya.
Mandor menilai, rangkaian seleksi yang digelar dengan label transparansi dan meritokrasi itu hanyalah formalitas belaka. Ia menegaskan, praktik jual beli jabatan masih sangat terasa, bahkan menyeret lembaga berwibawa seperti Mabes Polri.
“Proses itu hanya syarat, bukan kelayakan. Dan parahnya lagi, TNCC Mabes Polri dipermainkan marwahnya,” sindirnya.
Sementara hingga berita ini diturunkan, Direktur RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, belum memberikan jawaban apapun saat hendak dikonfirmasi oleh awak media.
Syarat Kesehatan yang Dikesampingkan
Diketahui, dalam aturan seleksi jabatan tinggi pratama, pemeriksaan jasmani dan rohani merupakan syarat utama dan wajib. Tes ini bertujuan memastikan pejabat yang terpilih memiliki kondisi fisik dan mental yang layak untuk memimpin satuan kerja dengan tanggung jawab besar, termasuk rumah sakit daerah.
Namun dugaan “rekayasa hasil MCU” terhadap calon Dirut RSUD Bekasi tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas panitia seleksi dan independensi dokter pemeriksa. Jika benar terjadi, maka publik berhak menilai bahwa seleksi jabatan bukan lagi soal kompetensi, melainkan siapa yang punya akses dan “dukungan” kuat di lingkar kekuasaan daerah.
Krisis Etika di Tubuh Pemkot Bekasi
Kasus ini menambah panjang daftar persoalan etika birokrasi di Kota Bekasi. Setelah berbagai sorotan terhadap proses mutasi massal dan pelantikan pejabat pada Oktober lalu, kini muncul indikasi bahwa open bidding hanya menjadi formalitas untuk melegitimasi keputusan politik yang sudah ditentukan sejak awal.
Sebelumnya, melalui Surat Pengumuman Nomor: 800.1.2.6/06-Pnsel.JPT, panitia seleksi mengumumkan 42 peserta yang mengikuti seleksi administrasi, di mana 30 di antaranya dinyatakan lulus dan melanjutkan ke tahapan assessment di TNCC Mabes Polri. Dari proses itulah kemudian muncul nama-nama yang menempati jabatan strategis, termasuk Direktur RSUD






Tinggalkan Balasan