Dalam pos

PorosBekasi.com – Dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi kembali mencuat.

Kali ini menyeret proses seleksi pejabat tinggi pratama yang dinilai sarat kepentingan politik dan manipulasi hasil uji kelayakan.

Rumor terbaru menyebutkan Direktur RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, sengaja diloloskan meski hasil tes kesehatan menunjukkan indikasi ketidaksehatan pada jantungnya.

Ketua kelompok masyarakat Triga Nusantara, Maksum Alfarizi, menyinggung hasil tes kesehatan (MCU) Direktur RSUD Kota Bekasi yang diduga sarat manipulasi.

“Diduga tes MCU Dirut RSUD diloloskan karena yang bersangkutan diduga memiliki sakit jantung,” ujar Maksum atau yang akrab disapa Mandor Baya dalam keterangan tertulis, Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, informasi tersebut semakin menegaskan adanya indikasi jual beli jabatan di lingkup Pemkot Bekasi.

Ia pun menuding panitia seleksi (pansel) terlibat dalam praktik transaksional, sebelum dan sesudah pelantikan 250 pejabat di lingkungan Pemkot Bekasi.

“Jadi apa yang disampaikan Menkeu Purbaya itu bukan isapan jempol. Panpel ikut terlibat jual beli jabatan di Kota Bekasi,” ungkapnya.

Ia berujar, proses seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) melalui open bidding yang digelar di Gedung TNCC Mabes Polri, seharusnya menjunjung tinggi transparansi dan profesionalitas.

Namun, kata dia, praktik yang terjadi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.

Porosbekasicom
Editor