PorosBekasi.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Perduli Rakyat Kota Bekasi (MPRKB) berunjuk rasa di kawasan Tugu Pejuang Kota Bekasi. Massa menyoroti lemahnya pengawasan keuangan daerah.
Massa menilai ada indikasi kebocoran serius dalam pengelolaan pajak dan retribusi yang melibatkan oknum pejabat pemerintah. dan mendesak BPK RI melakukan audit menyeluruh terhadap sejumlah sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi.
“Kami mendesak BPK RI serius mengaudit retribusi pendapatan reklame yang diindikasikan terdapat penyelewengan oleh oknum pejabat terkait,” ujar koordinator aksi, Senin (3/11/2025).
Selain sektor reklame, mahasiswa juga menyoroti retribusi pajak parkir yang dikelola Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Mereka mendesak agar BPK segera menelusuri aliran dana dan memastikan tidak ada manipulasi data yang menyebabkan kebocoran pendapatan daerah.
“Apabila terdapat manipulasi data terhadap penyelewengan dana pendapatan daerah, baik dari sektor pajak maupun retribusi daerah, kami meminta BPK segera bertindak,” tegasnya.
Dalam tuntutannya, MPRKB juga meminta BPK RI agar memberikan rekomendasi kepada aparat penegak hukum jika ditemukan indikasi tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
“Kami juga mendukung BPK RI untuk melakukan audit terhadap Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi yang diduga terdapat kebocoran pada sejumlah sektor PAD,” tutupnya.
Desakan ini menambah tekanan publik terhadap transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Hingga kini, Pemerintah Kota Bekasi belum memberikan tanggapan atas tudingan dugaan kebocoran PAD tersebut.







Tinggalkan Balasan