Dalam pos

PorosBekasi.com – Peringatan Milad ke-2 Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) di DPP TTKKBI Serang berlangsung khidmat dan sarat makna budaya. Acara dihadiri Ketua DPW 2 TTKKBI Kota Bekasi Brian May beserta istri, Ketua Dewan Guru Wak Heri Al Bantani, Bendahara Iwan Kartiwa, jajaran pengurus DPW 2, serta para Ketua DPC TTKKBI se-Kota Bekasi.

Dalam perayaan tersebut, DPP TTKKBI menyelenggarakan tradisi sakral Ketjeran, sebuah ritual yang menjadi bagian penting dalam ajaran silat Tjimande. Tradisi ini diberikan kepada para tokoh, unsur TNI-Polri, serta anggota TTKKBI yang hadir.

Ketjeran Cimande sendiri adalah tradisi ritual pengesahan atau pengangkatan seseorang dalam perguruan pencak silat aliran Tjimande, dengan cara ritual meneteskan air khusus yang telah didoakan ke mata, hidung, dan telinga.

Ritual sakral ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, terutama mempertajam penglihatan. Ritual ini mengandung makna spiritual tinggi yang bermakna membersihkan dan menyucikan diri, sebelum anggota menjadi ‘saudara’ dalam perguruan Tjimande.

“Ini adalah momen yang sangat penting dan berarti bagi kami pengurus DPW 2 Kota Bekasi, karena dapat merajut silaturahmi secara tatap muka dengan Ketum kami tercinta Abah Tubagus H Arif Hidayat dan para sepuh, pegiat Seni Budaya Debus serta tokoh-tokoh Tjimande dari beberapa wilayah di Indonesia yang hadir,” kata Brian, Minggu (19/10/2025).

“Saya sangat bangga menjadi bagian dari Keluarga Besar TTKKBI, dan sangat mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada para panitia yang sudah bekerja keras mensukseskan acara Milad ke-2 TTKKBI tahun ini. Semoga Milad yang akan datang diselenggarakan dengan lebih meriah lagi,” ujarnya lagi.

Brian juga memohon doa restu menjelang agenda deklarasi sekaligus pelantikan yang rencananya akan digelar di Bekasi, pada November 2025 mendatang.

“Saya mau memohon doa restu dari seluruh sesepuh Tjimande yang ada di Kota Bekasi dan masyarakat Kota Bekasi untuk kami mengembangkan dan mensyiarkan Silat Tjimande di Kota Bekasi,” tambahnya.

Selain menjaga tradisi, TTKKBI juga memperluas kiprah organisasi. Mereka telah merampungkan pembentukan DPC se-Kota Bekasi, LBH TTKKBI yang diketuai Ade Gunawan serta membentuk Srikandi dan Satgas TTKKBI. Mereka juga berencana membentuk Ikatan Pelajar dan Mahasiswa TTKKBI Kota Bekasi dalam waktu dekat.

Sementara Ketua Dewan Pembina TTKKBI DPW II Kota Bekasi, Sardi Effendi, yang juga Ketua DPRD Kota Bekasi, menyambut baik semangat pelestarian budaya Tjimande. Menurutnya, silat Tjimande merupakan warisan leluhur yang harus dijaga karena telah mendunia.

“Saya sangat mendukung berkembangnya silat budaya Tjimande di Kota Bekasi, karena tentunya kita semua tahu bahwa Tjimande adalah salah satu silat tertua yang ada di Indonesia yang bahkan telah mendunia,” ujar Sardi yang juga memiliki perguruan silat Tjimande di Bekasi.

Porosbekasicom
Editor