Dalam pos

PorosBekasi.com – Minimnya realisasi pendapatan dan belanja Pemerintah Kota Bekasi TA 2025 kembali menimbulkan tanda tanya besar terhadap kinerja pengelolaan keuangan daerah. Dari total APBD yang disahkan sebesar Rp6,798 triliun, hingga Oktober 2025 realisasinya baru mencapai Rp3,791 triliun atau sekitar 55,77 persen.

Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp4,094 triliun baru terealisasi Rp2,178 triliun atau 53,21 persen. Angka ini menunjukkan lemahnya kemampuan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber pendapatan yang ada di tengah besarnya beban pembangunan Kota Bekasi.

Secara keseluruhan, capaian rata-rata pendapatan masih di bawah 70 persen, sebuah sinyal lemahnya kinerja fiskal pemerintah daerah.

Sektor Pajak Daerah justru mencatatkan performa terendah, baru mencapai 49,18 persen dari target Rp3.555,50 miliar, dengan realisasi hanya Rp1.748,65 miliar.

Di sisi lain, Retribusi Daerah menjadi penyumbang tertinggi dengan realisasi Rp337,84 miliar atau 70,31 persen dari target Rp480,52 miliar.

Namun, kinerja sektor lain tetap tak menggembirakan. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan baru terealisasi 43,18 persen (Rp7,01 miliar dari target Rp16,24 miliar).

Ironisnya, hanya Pendapatan Asli Daerah Lain-Lain yang Sah yang mencatat lonjakan hingga 201,51 persen, mencapai Rp85,20 miliar dari target Rp42,28 miliar.

Sementara Transfer dari Pemerintah Pusat (TKDD) baru menyentuh 51,71 persen dari target Rp2.359,49 miliar. Pendapatan Transfer Antar Daerah sedikit lebih baik, dengan realisasi Rp393,04 miliar atau 113,96 persen dari target Rp344,89 miliar.

Belanja Daerah Jauh dari Maksimal

Kondisi serapan belanja daerah lebih memprihatinkan. Dari total pagu Rp6.984,73 miliar, realisasi belanja baru Rp3.110,51 miliar atau 44,53 persen.
Rinciannya, Belanja Pegawai menjadi yang tertinggi, mencapai 58,67 persen (Rp1.601,83 miliar dari Rp2.730,24 miliar).

Namun, Belanja Barang dan Jasa yang menjadi tulang punggung pelayanan publik justru seret, baru 43,41 persen atau Rp1.199,41 miliar dari total Rp2.763,23 miliar.

Porosbekasicom
Editor