Dalam pos

PorosBekasi.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi resmi memulai proyek pengembangan wisata air di aliran Kalimalang dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Namun, di balik seremoni tersebut, muncul tanda tanya besar soal siapa sebenarnya yang menopang dana jumbo pembangunan ini.

Warga Bekasi mempertanyakan urgensi proyek ini di tengah jalan-jalan rusak yang masih menanti perbaikan. Kritik juga mengarah pada skema pembiayaan proyek yang disebut berasal dari dana CSR senilai Rp36 miliar.

PT Miju Dharma Angkasa, perusahaan yang digadang-gadang sebagai penyandang dana—ternyata bukan perusahaan besar dengan rekam jejak investasi, melainkan hanya usaha kuliner !

Lebih janggal lagi, PT Miju dikabarkan tidak mendanai secara langsung, melainkan menghimpun berbagai dana CSR yang ditampung melalui kerjasama dengan BUMD PT Mitra Patriot Perseroda. Publik pun bertanya-tanya, mengapa perusahaan dengan latar belakang kuliner bisa tiba-tiba melangkah ke proyek infrastruktur pariwisata miliaran rupiah?

Saat dikonfirmasi soal latar belakang PT Miju, Plt Kepala Bagian Kerjasama Pemkot Bekasi, Bilang Nauli, memilih bungkam. Padahal, berdasarkan dokumen rapat 28 Mei 2025, PT Miju bersama BPKAD serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah melakukan presentasi kerjasama pengelolaan lahan milik daerah (BMD).

Anehnya, dalam rapat itu juga hadir David Hendradjid Rahardja, yang kala itu belum resmi menjabat Dirut PT Mitra Patriot. Ia baru dilantik pada 15 Juli 2025 bersama Aldo Sirait sebagai Dirut PT Sinergi Patriot untuk periode 2025–2030.

Seremoni pembangunan wisata air Kalimalang memang megah, tapi bayang-bayang soal transparansi dan kredibilitas pihak ketiga justru menambah tanda tanya publik: apakah proyek ini murni untuk kepentingan warga atau sekadar panggung bagi kepentingan bisnis tertentu?

Porosbekasicom
Editor