Dalam pos

PorosBekasi.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi mengonfirmasi pemanggilan lima anggota DPRD Kota Bekasi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat olahraga di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Pemanggilan ini menandai semakin seriusnya pengusutan skandal korupsi yang telah menyeret tiga orang sebagai tersangka tersebut.

“Hari ini lima anggota DPRD Kota Bekasi yang diperiksa,” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Riyan Anugrah kepada awak media, Selasa 26 Agustus 2025.

Riyan menjelaskan, pemeriksaan berlangsung maraton sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Kelima legislator dimintai keterangan soal peran masing-masing dalam kasus yang diduga kuat sarat kepentingan politik anggaran.

“Intinya ini pemeriksaan peran seseorang yah, saya belum dapat mengatakan ini pokir atau bukan, karena masih terus berjalan penyidikannya,” katanya.

Kelima anggota dewan yang hadir yaitu AR, ND, ON, MK dan AH. Namun, hanya AR yang sempat bertemu awak media saat jeda pemeriksaan. Empat lainnya justru memilih keluar melalui pintu belakang menggunakan satu unit Toyota Innova Zenix putih untuk menghindari sorotan publik.

“Kelimanya dimintai keterangan sebagai saksi, kelimanya bisa dipanggil ulang kembali jika nantinya setelah hasil pemeriksaan hari ini masih memerlukan alat bukti, intinya yang keterkaitan pastinya akan dimintai keterangan,” tandasnya.

Pengungkapan Pesta Kepiting

Sebelumnya, dalam pemeriksaan para saksi, mencuat isu adanya acara yang disebut “Pesta Kepiting” di kantor PT Cahaya Ilmu Abadi (PT CIA) milik Tommy Uno Walangitan (TUW).

Anggota DPRD Kota Bekasi, AR, membantah mengetahui acara tersebut. “Ada empat pertanyaan tadi, termasuk apakah saya tau tentang Pesta Kepiting itu, saya katakan jika saya samasekali tidak mengetahuinya,” ujarnya usai diperiksa.

Arif menyebut perannya sebatas membantu menyalurkan peralatan olahraga ke pengurus RT-RW serta menyediakan kendaraan untuk mengangkut barang dari Stadion Patriot Candrabhaga menjelang Pemilu.

“Jadi saya saat itu hanya diminta tolong untuk menyediakan kendaraan untuk mengambil barangnya yang didistribusikan di stadion,” ungkapnya.

Selain itu, penyidik juga menanyakan hubungannya dengan TUW. “Saya juga ditanya apakah kenal dengan TUW, saya katakan tidak kenal,” tegasnya.

Porosbekasicom
Editor