PorosBekasi.com – Di tengah rakyat yang kian sulit bertahan hidup, perilaku elite politik justru menampilkan ironi. Alih-alih menunjukkan empati, mereka sibuk berpesta dan berebut kursi.
Masyarakat butuh keberpihakan nyata, bukan pesta pora di tengah krisis. Rakyat antre dapat makan gratis, tapi elite antre kursi jabatan. Ini pelecehan terhadap akal sehat publik.
Fenomena ini mempertebal jurang antara rakyat dan penguasa. Di media sosial, warganet ramai-ramai melontarkan kritik bahwa para elite hanya peduli pada kepentingan pribadi. Bila pola ini terus berlanjut, kepercayaan masyarakat terhadap politik dan demokrasi akan makin terkikis.
Ironi pesta pora elite juga tercermin dalam kasus korupsi yang menyeret pejabat di Kota Bekasi. Kasus dugaan korupsi pengadaan alat olahraga di Dispora Kota Bekasi senilai Rp4,7 miliar bukan hanya soal penjarahan uang rakyat, tetapi juga simbol betapa kekuasaan dijadikan bancakan.
Pemeriksaan maraton dilakukan penyidik Pidsus Kejari Bekasi pada Selasa, 26 Agustus 2025 terhadap lima anggota DPRD Kota Bekasi. Pemeriksaan berlangsung sejak pagi hingga sore, masing-masing saksi diperiksa secara terpisah.
Publik berharap langkah ini tak berhenti pada level pelaksana, tapi berani menelusuri siapa saja yang mendapat keuntungan dari skandal tersebut.
Apalagi, kasus ini tak bisa dilepaskan dari sorotan publik terhadap “Pesta Kepiting” yang digelar di kantor PT CiA, perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut.
Acara itu bahkan dihadiri sejumlah unsur Forkopimda hingga Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Video pesta tersebut viral, memicu gelombang aksi massa, dan kini telah diserahkan ke Kejaksaan bahkan ke Kejagung.
Masyarakat Bekasi menaruh harapan besar pada Kejaksaan Negeri yang baru, agar berani membongkar aktor intelektual di balik kasus ini. Bukan hanya ASN dan pihak swasta yang dijadikan tumbal, tapi juga elite yang sesungguhnya menikmati hasil kejahatan anggaran.
Sementara itu, gejolak perlawanan rakyat terus meluas. Puluhan ribu buruh dipastikan turun ke jalan besok, Kamis (28/8/2025), dalam aksi nasional yang dipusatkan di depan DPR RI dan Istana.
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut lebih dari 10 ribu buruh dari Karawang, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, dan Jakarta akan bergerak menuju ibu kota.
Aksi serentak juga digelar di berbagai kota industri besar: Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Banda Aceh, Batam, Bandar Lampung, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Makassar, hingga Gorontalo. Suara buruh dan rakyat bersatu, menuntut keadilan sosial yang selama ini justru dipermainkan para elite.






Tinggalkan Balasan