Dalam pos

PorosBekasi.com – Pemerintah Kota Bekasi terus menggeber agenda inovasi untuk mendorong lahirnya ide dan kreativitas baru yang bisa menjawab tantangan perkotaan. Melalui Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Lomba Inovasi Daerah 2025,

Pemkot menegaskan bahwa inovasi bukan hanya sekadar wacana, melainkan kebutuhan nyata dalam meningkatkan pelayanan publik dan kemandirian masyarakat.

Acara yang berlangsung di Ruang Nonon Sonthanie, Gedung D Kantor Wali Kota Bekasi itu, dihadiri jajaran kepala perangkat daerah, camat, lurah, pimpinan perguruan tinggi, hingga kepala SMA/SMK.

Hadir pula 21 Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) aktif serta finalis Top 5 lomba inovasi yang ikut unjuk gagasan. Kepala Bappelitbangda Kota Bekasi, Dinar Faizal Badar menegaskan pentingnya keberlanjutan inovasi dalam pembangunan.

“Dalam kurun waktu 2020-2025, Bekasi Innovation Week berhasil menghimpun 421 Inovasi Daerah, 140 Inovasi TTG, dan 21 Posyantek Aktif,” ujarnya, Senin, 25 Agustus 2025.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe menekankan novasi adalah cara menjadikan tantangan sebagai peluang.

“Sejalan dengan yang dilakukan pemerintah pusat melalui kementerian terkait, maka Pemkot Bekasi melakukan upaya untuk membuat segala tantangan yg ada menjadi peluang demi peningkatan perekonomian dan pembangunan Kota Bekasi melalui event penguatan inovasi dan teknologi,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, Harris juga memberi instruksi strategis kepada jajaran camat dan lurah agar memperkuat basis inovasi di wilayah.

“Di tahun 2025 ini, Bapak Gubernur Jawa Barat menyelengarakan Lomba Desa dan Kelurahan Bertajuk Anugerah Gapura Sri Baduga dimana Inovasi, Teknologi Tepat Guna, dan Posyantek menjadi salah satu indikator penilaian,” ungkapnya.

Menurutnya, Posyantek sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi, memiliki peranan penting dalam pengembangan potensi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Oleh karena itu saya instruksikan kepada para camat dan lurah agar membentuk 1 Kelurahan 1 Posyantek di wilayahnya,” tegas Bobihoe.

Sebagai bentuk keberlanjutan, Pemkot juga berjanji memfasilitasi hak kekayaan intelektual (HKI) bagi para inovator.

Acara ditutup dengan penyerahan simbolis papan nama Posyantek kepada 21 perwakilan dan peninjauan stan pameran oleh Wakil Wali Kota, diikuti presentasi finalis lomba inovasi sesuai kategori masing-masing.

Porosbekasicom
Editor