PorosBekasi.com – Nama Pak Dahlan mendadak jadi buah bibir di jagat maya. Pria paruh baya ini kerap terlihat membersihkan tumpukan sampah di sekitar Jalan Cikunir, Bekasi Selatan.
Tanpa seragam, tanpa sorotan, hanya dengan alat sederhana dan bantuan sang anak, ia menyapu dan mencabut rumput liar di tengah lalu lintas yang padat, terik matahari, hingga hujan sekalipun.
Kegigihannya itu bukan karena tuntutan profesi, tapi panggilan nurani. Aksi tanpa pamrihnya pun mengundang banyak simpati, menjadikan sosoknya teladan nyata di tengah masyarakat.
Hari ini, langkah sunyi Pak Dahlan akhirnya mendapat perhatian langsung dari pemerintah. Usai menghadiri undangan pernikahan warga di kawasan Cikunir, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe tiba-tiba menghentikan iring-iringan kendaraannya.
“Itu sepedanya ada, pasti ada Pak Dahlan disini, berhenti sebentar saya mau temui beliau,” kata Bobihoe melalui handy talky kepada stafnya.
Tanpa ragu, orang nomor dua di Kota Bekasi itu turun dari mobil dinas dan berjalan menghampiri Pak Dahlan yang tengah beristirahat.
“Akhirnya bertemu dengan Bapak, pahlawan penjaga kebersihan lingkungan kita,” ucapnya sembari menjabat tangan Pak Dahlan.
Disambut dengan senyum hangat dan sopan santun khasnya, Pak Dahlan hanya berkata pelan, “Bapak mohon maaf, saya tidak izin melakukan aksi bersih-bersih di jalanan ini,”.
Wakil Walikota Bekasi pun membalas dengan senyum lebar. “Saya atas nama pemerintah mengucapkan terimakasih. Tindakan bapak membantu kita. Pahlawan nyata di masyarakat.”
Dalam momen itu, Pak Dahlan merendah sambil tersenyum, “Pak Wakil, mungkin yang seperti saya banyak di tempat lain. Saya lakukan ini dengan hati ikhlas dan senang melihat lingkungan bersih. Alhamdulillah jika tindakan saya menjadi inspirasi untuk orang-orang.”
Sebagai bentuk penghargaan, Wawali pun menyerahkan apresiasi simbolis kepada Pak Dahlan, menyebutnya sebagai sosok pahlawan modern di tengah masyarakat kota.
“Menjelang peringatan HUT RI ke-80, saya menyaksikan langsung bahwa pahlawan masa kini itu ada. Dan mereka hadir bukan di panggung seremoni, tapi di jalanan seperti Pak Dahlan yang dengan sukarela menjaga lingkungan,” tutup Bobihoe.







Tinggalkan Balasan