Dalam pos

PorosBekasi.com – Kemeriahan pesta rakyat di pernikahan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, berujung petaka hingga menyebabkan korban jiwa.

Sebanyak tiga orang meninggal dunia dan belasan lainnya pingsan lantaran berdesak-desakan hingga kekurangan oksigen. Banyaknya kerumunan orang yang hadir, membuat suasana tak bisa terkendali dan berakhir chaos.

Sejak dimulai pukul 13.00 WIB, ribuan warga sudah memadati area Pendopo Garut dan Alun-Alun Babancon. Pesta rakyat tersebut menyajikan kuliner gratis dari 25 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, ribuan warga mulai berdesakan di tenda makanan. Situasi makin tak terkendali saat warga saling dorong untuk berebut makanan, hingga terjadi insiden saling injak.

Akibatnya, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, yang terdiri dari dua warga sipil dan satu anggota Polri. Berikut nama ketiga korban tewas:

1. Cecep Saepul Bahri (38), anggota Polri, Bripka BHABINKAMTIBMAS Polsek Karangpawitan, warga Sukamentri, Garut Kota

2. Vania Apriliani (8), anak-anak, warga Kampung Sindangheula, Sukamentri

3. Dewi Jubaedah (61), perempuan paruh baya, warga Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukawening

Tak hanya itu, belasan warga lainnya juga mengalami pingsan akibat kepadatan massa dan kekurangan oksigen. Para korban terdiri dari kalangan remaja hingga lansia.

Mereka di antaranya Ate Hasanah (65), Safira (14), Yati Haryati (56), Mimi (56), Aris Krisdiana (48), Nenih, Idah, Iis Ismayati, Tasya Aulia, Sifa Fauziah, Ian (33), Zahra (14), Sutisna (66), dan Onyas (45).

Sekira pukul 15.00 WIB, seluruh pintu pendopo ditutup dan aparat langsung mensterilkan lokasi demi mencegah insiden lebih besar.

Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban dan memastikan akan bertanggung jawab penuh atas insiden ini.

“Walaupun saya tidak tahu persis kejadian ini, tetapi sebagai pemimpin saya harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Ini juga bentuk empati saya kepada keluarga korban,” ungkap Kang Dedi.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Dedi akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia, masing-masing sebesar Rp 150 juta dan menjamin pendidikan anak-anak korban hingga perguruan tinggi.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya mendoakan agar para korban yang meninggal dunia diterima iman Islamnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tandasnya.

Porosbekasicom
Editor