Dalam pos

PorosBekasi.com – Kepemimpinan di sektor olahraga Kota Bekasi menuai kritik, menyusul duet suami istri yang memegang posisi strategis di dua organisasi.

Kritikan ditujukan pada Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto yang menjabat Ketua KONI Kota Bekasi, dan istrinya, Wiwik Hargono, sebagai Ketua KORMI Kota Bekasi.

Ketua LSM Jendela Komunikasi, Bob menilai kondisi ini sangat janggal dan berpotensi menabrak prinsip tata kelola pemerintahan yang sehat.

“Masa ada pasangan suami istri yang menjabat sama-sama di bidang olahraga, ini ada apa?” ujar Bob heran, Kamis (19/6/2025).

Bob menyebut keberadaan Wiwik di KORMI selama ini tidak membuahkan prestasi nyata. Ia menyebut KORMI justru terkesan menjadi alat pemborosan anggaran tanpa kontribusi signifikan terhadap dunia olahraga masyarakat.

“Negara lagi efisien. Olahraga yang tidak ada prestasinya, buat apa diperdayakan lagi,” keluhnya.

Bob juga menyinggung potensi konflik kepentingan dan praktik kolusi yang bisa saja terjadi di balik duet pasutri ini. Posisi strategis di lembaga penerima dana hibah membuat sistem pengawasan publik jadi tumpul.

“Kan wali kotanya, ketua KONI-nya, suaminya, apa ada jaminan ini tidak kolusi?” celetuknya.

Bob mengungkap, KORMI Kota Bekasi sempat mengajukan bantuan hibah senilai Rp 1,5 miliar pada 2024 lalu. Namun, menurutnya, pengajuan tersebut tidak disetujui oleh Pemerintah Kota Bekasi.

“Dana hibah KONI sama KORMI besar porsinya,” tandasnya.

Publik kini menanti sikap transparan dari Pemkot Bekasi. Duet kepemimpinan pasutri dalam satu lingkup anggaran yang sama perlu dikaji ulang sebelum mengarah pada persoalan hukum yang lebih serius.

Porosbekasicom
Editor