Dalam pos

PorosBekasi.com – Menjelang penutupan pra-pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 di Kota Bekasi, sejumlah orangtua siswa mengaku kesulitan mengikuti alur yang disediakan.

Masalah teknis, seperti pengaturan titik koordinat tempat tinggal serta minimnya pendampingan dari pihak sekolah, menjadi keluhan utama.

Hingga Jumat, 13 Juni 2025, Dinas Pendidikan mencatat sebanyak 1.836 akun calon peserta masih tertunda proses verifikasinya. Sementara itu, 32.917 akun lainnya telah mendapat persetujuan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, mendesak Dinas Pendidikan Kota Bekasi untuk segera melakukan langkah-langkah konkret dalam menyelesaikan permasalahan akun yang belum diverifikasi.

“Dalam setiap pengajuan akun ada nomor yang bisa dihubungi. Disdik dan sekolah harus proaktif agar semua peserta bisa ikut proses SPMB,” ujar Wildan.

Ia juga menyayangkan kurangnya interaksi antara pihak operator sekolah dan masyarakat. Banyak orang tua, kata dia, tidak mengetahui bahwa mereka sebenarnya bisa mendapat bantuan langsung di sekolah.

“Jangan sampai orang tua kecewa bukan karena hasil seleksi, tapi karena proses yang membingungkan,” tambahnya,” katanya.

Wildan juga menyorot kendala lain yang dialami calon siswa dari luar wilayah atau yang baru pindah ke Kota Bekasi dan belum genap setahun berdomisili. Dalam beberapa kasus, permohonan akun mereka langsung ditolak walau sudah memiliki surat domisili.

Masukan juga datang dari pemerhati pendidikan, Tengku Imam Kobul Yahya. Ia menyebut sistem daring tahun ini terlalu memberatkan masyarakat.

Imam juga mendorong adanya peningkatan kompetensi layanan dari para operator sekolah, termasuk dalam aspek komunikasi dan kemampuan teknis.

“Masyarakat tidak harus mengerti teknis peta digital. Yang penting mereka bisa memilih sekolah, bukan dibingungkan dengan sistem,” jelasnya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, mengaku telah menginstruksikan sekolah-sekolah untuk membuka layanan bantuan hingga malam hari.

“Kalau tidak bisa daftar mandiri, silakan datang ke sekolah terdekat untuk dibantu,” ucapnya.

Tahapan seleksi akan dimulai pada 23 Juni 2025. Hanya calon siswa yang akun pendaftarannya telah disetujui yang berhak mengikuti proses berikutnya.

Porosbekasicom
Editor