Porosbekasi.com – Seorang aktivis mahasiswa bernama Dicky Armanda mengklaim mengantongi bukti terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi.
Bukti yang dimaksud, yakni berupa video pesta makan kepiting oleh sejumlah pejabat eksekutif dan legislatif, yang diduga sebagai bentuk perayaan usai pencairan dana hasil korupsi.
“Adanya video ini menjadi salah satu bukti penguat tindakan jahat korupsi alat olahraga Dispora Kota Bekasi yang dilakukan beberapa pejabat eksekutif ternama di Kota Bekasi. Pesta makan kepiting ini dilakukan setelah berhasilnya pencairan uang korupsi tersebut,” ujar Dicky, Jumat (13/6/2025).
Menurutnya, video tersebut menjadi indikasi kuat, bahwa praktik curang ini dilakukan secara terorganisir. Ia juga menyoroti kemungkinan adanya keterlibatan oknum dari kalangan legislatif, baik yang masih menjabat maupun yang telah purna tugas.
“Saya menduga adanya keterlibatan para dewan eks maupun aktif yang ada di Kota Bekasi, karena bukti foto hingga video yang saya pegang hingga hari ini, ada para dewan yang sangat familiar dan dikenal masyarakat,” bebernya.
Dicky pun mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi agar serius menindaklanjuti kasus yang merugikan negara Rp 4,7 miliar tersebut. Menurutnya, proses hukum tidak boleh berhenti hanya pada beberapa pelaku, namun harus dibongkar sampai ke aktor utama.
“Kami pun akan terus mendorong kajari kota bekasi mengusut tuntas hingga ke akarnya. Apabila Kejari tidak sanggup melakukan hal itu, maka kasus ini akan kami laporkan kepada Kejagung RI untuk mengambil alih dan menyapu bersih Kota Bekasi dari para pejabat yang korupsi,” tandasnya.
Demo di Gedung DPRD
Sebelumnya, segelintir massa yang menamakan diri Barisan Pemuda Bekasi (BMB) berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Bekasi, terkait kasus dugaan korupsi alat olahraga Dispora, Kamis, 12 Juni 2025.
Unjuk rasa dilatarbelakangi ketidakpuasan atas penetapan tersangka yang sejauh ini baru tiga orang. Massa menduga banyak pihak yang ikut terlibat pusaran korupsi, seperti instansi Bapelitbangda, TAPD dan sejumlah anggota dewan.
“Tikus-tikus berdasi yang merampok uang rakyat dalam kasus korupsi alat olahraga masih berkeliaran. Kita minta Kejari jangan takut menangkap mereka,” ujar Deni Kurniawan, koordinator aksi.
Dalam orasinya, Deni menyebut anggota dewan yang diduga terlibat mencapai belasan orang. Menurut Deni, penggunaan dana Pikir pada tahap 2 dalam realisasi kegiatan pengadaan alat olahraga sangat janggal. Apalagi usulan tersebut bukan aspirasi dari bawah.
“Periksa seluruh anggota Fraksi PDIP periode 2019-2024. Periksa juga ketua dewan dan beberapa anggota BANGGAR yang menyetujui kegiatan ini,” ucap Deni.







Tinggalkan Balasan