Dalam pos

Porosbekasi.com – Skandal korupsi pengadaan alat olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi semakin memanas. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi pun masih sibuk mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap dalang dibalik kasus ini.

Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi sejauh ini telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Tomi Uno Walangitan (TUW), Komisaris PT Cahaya Ilmu Abadi (CIA), selaku perusahaan pelaksana pengadaan alat olahraga.

TUW dicecar berbagai pertanyaan selama kurang lebih lima jam pemeriksaan, pada 4 Juni 2025. Dari hasil pemeriksaan, kabarnya mencuat nama Tri Adhianto yang kala itu menjabat Plt Wali Kota Bekasi yang berlanjut wali kota definitif pada periode 2018–2023.

Meski pihak Kejaksaan masih bungkam, desas-desus tersebut semakin santer terdengar. Bahkan kabarnya, nama Tri disebut oleh empat saksi berbeda yang telah diperiksa penyidik.

Dugaan keterlibatan Tri juga disampaikan seorang sumber yang enggan disebutkan namanya. Ia membeberkan adanya bukti-bukti foto keterlibatan Tri yang diserahkan ke Kejari.

“MAR juga sudah menunjukan bukti foto TA pada saat menerima uang. Kemarin tiga orang itu ketangkap ditetapkan kan pas foto diserahin,” ungkap sumber, Rabu (11/6/2025).

“Saya pun ada semua bukti-bukti keterlibatan TA, termasuk foto-foto dia terima uangnya juga saya ada,” tambah sumber.

Sementara, kabarnya Tri Adhianto melalui kuasa hukumnya kini sedang melobi Kejaksaan Agung agar namanya tidak terseret lebih jauh dalam penyidikan kasus korupsi yang sedang ramai disorot publik itu.

Kasus dugaan korupsi pengadaan alat olahraga Dispora Kota Bekasi yang bersumber dari APBD tahun 2023, diketahui merugikan negara sebesar Rp 4,7 miliar. Tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Kasie Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, Riyan Anugrah mengonfirmasi adanya pemeriksaan terhadap seorang pejabat Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) tahun 2022.

“Hari ini pemeriksaan 1 orang ASN Bapelitbangda tahun 2022,” kata Riyan, Selasa, 10 Juni 2025.

Namun, ia masih enggan membeberkan siapa pejabat yang dimaksud demi menjaga privasi.

Selain itu ada beberapa nama yang juga dikabarkan ikut diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan kasus korupsi pengadaan alat olahraga Dispora Kota Bekasi tersebut.

“Untuk nama gak boleh diberikan karena menjaga identitas pribadi saksi yang bersangkutan,” ujar Riyan.

Porosbekasicom
Editor