Dalam pos

Porosbekasi.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Triga Nusantara Kota Bekasi, mengkritik kinerja Perumda Tirta Patriot yang kembali memberikan pelayanan buruk kepada pelanggan. Hal ini berkaitan dengan kualitas air, yang untuk kesekian kalinya dikeluhkan pelanggan.

Mandor Baya, sapaan akrabnya, menuturkan kondisi air produksi Tirta Patriot kembali keruh dan kotor hingga tak layak konsumsi. Kondisi ini menyulitkan para pelanggan untuk beraktivitas sehari-hari.

“Serta sepanjang saluran air yang masuk sampah tersangkut dan menumpuk di penyaringan air ke Perumda Tirta Patriot. Sampah menumpuk ini tidak dibersihkan, terkesan seperti dibiarkan begitu saja,” katanya dalam keterangannya, Minggu (11/5/2025).

Menurutnya, sebagai BUMD, Perumda Tirta Patriot sepatutnya mmberikan pelayanan terbaik dan memuaskan kepada masyarakat, terutama para pelanggan. Terlebih ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Zero complain di program 100 hari kerja kepala daerah, ternyata tidak diikuti oleh Perumda Tirta Patriot agar tidak terjadi komplain oleh pelanggan,” ujar Mandor Baya.

“Kepala daerah dianggap gagal dalam penerapan zero komplain karena banyak aksi yang protes dan komplain soal air keruh dan juga pelayanannya,” tandasnya.

Masrul Zambak, warga Bekasi Utara mengaku produksi air Tirta Patriot sejak Sabtu, 10 Mei 2025 terus mengalami penurunan kualitas. Ia menyebut air terus menerus keruh dan berwarna kecoklatan, meski telah berkali-kali disaring.

“Air ini sudah kami saring, tapi tetap saja keruh dan tak bisa dipakai. Ini sangat meresahkan,” ungkapnya.

Sementara, pihak Perumda Tirta Patriot mengakui ada permasalahan terkait tingkat kekeruhan air baku yang sangat tinggi sehingga menyebabkan pengolahan air tidak maksimal. Akibatnya, pendistribusian air kepada pelanggan mengalami penurunan debit.

“Saat ini kami sedang berupaya menjaga proses produksi dan distribusi air untuk meminimalisir gangguan,” tulis Perumda Tirta Patriot dalam keterangannya.

Masyarakat diimbau agar menampung air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, pihak Perumda juga meminta maaf kepada para pelanggan terdampak yang berada di wilayah Kecamatan Bekasi Utara.